Jumat, 04 Mei 2012

modif sederhana jupiter mx

sebenarnya motor ini bukan punya saya tapi punya teman kuliah, jadi data-data modifnya saya ga tau bro..hehehe
motor ini memang tidak sekeren motor yang udah di modif abis-abisan..tpi kalo hanya sekedar buat nampang ga malu-mauin kok..:D
saya hanya bisa kasih liat gambarnya aja bro..berikut penampakannya

Wilayah Pesisir Pantai

I. Latar Belakang

Wilayah pesisir pada umumnya merupakan kawasan yang paling cepat mengalami perubahan dibandingkan dengan kawasan lainnya di Indonesia sebagai akibat tingkat kebutuhan pemanfaatan lahan yang sangat besar, seiring dengan peningkatan pesat aktivitas-aktivitas social ekonomi wilayahnya. Permintaan penggunaan lahan pesisir yang besar tersebut antara lain untuk keperluan pemukiman, infra struktur transportasi seperti pelebaran dan penambahan ruas jalan serta pengembangan pelabuhan, pembangunan kawasan industri, perdagangan dan pertanian yang merupakan kegiatan tradisional. Sementara itu kegiatan pembangunan di kawasan hulu (hinterland) juga merupakan fakta yang langsung ataupun tidak langsung turut membebani pada terjadinya perubahan atau dinamika lingkungan wilayah pesisir
Transformasi penggunaan lahan yang sangat cepat dari daerah pertanian yang bersifat tradisional ke arah yang lebih bersifat kontemporer seperti yang telah disebutkan diatas dikhawatirkan akan merubah pula ekosistem kawasan pesisir sehingga melampaui daya dukungnya.
Wilayah pesisir yang merupakan sumber daya potensial di Indonesia, yang merupakan suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan.Sumber daya ini sangat besar yang didukung oleh adanya garis pantai sepanjang sekitar 81.000 km.
Garis pantai yang panjang ini menyimpan potensi kekayaan sumber alam yang besar.Potensi itu diantaranya potensi hayati dan non hayati. Potensi hayati misalnya: perikanan, hutan mangrove, dan terumbu karang, sedangkan potensi nonhayati misalnya: mineral dan bahan tambang serta pariwisata.
Pengelolaan kawasan pesisir dirasakan cukup penting dan mendesak.Selain sebagai pelindung daerah pantai, tanaman pohon juga memiliki arti ekonomi yang penting bagi masyarakat. Oleh karena itu,
pengelolaan daerah pantai harus mampu memberikan perlindungan kualitas lingkungan dan sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi bagi kehidupan masyarakat setempat.
ReGrIn merupakan suatu proyek inisiatif yang dibentuk oleh ICRAF dan berkolaborasi dengan Balai Penelitian Tanah Indonesia (ISRI), Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) dan Universitas Hohenheim, Jerman. Proyek tersebut bertujuan untuk mengembangkan pohon-pohonan yang bernilai ekonomi tinggi dan mampu bertahan dari bencana serupa di wilayah pesisir serta dapat menyediakan jasa lingkungan bagi masyarakatnya.
a. Potensi Wilayah Pesisir
Potensi pembangunan yang terdapat di wilayah pesisir secara garis besar terdiri dari tiga kelompok :Sumber daya dapat pulih (renewable resources), Sumber daya tak dapat pulih (non-renewable resources), dan Jasa-jasa lingkungan (environmental services).
1. Sumber Daya Dapat Pulih
 Hutan Mangrove
Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir. Selain mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi bermacam biota, penahan abrasi, penahan amukan angin taufan, dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut, dan lain sebagainya, hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis seperti penyedia kayu, daun-daunan sebagai bahan baku obat obatan, dan lain-lain.
 Terumbu karang
Terumbu karang (coral reefs) adalah suatu ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur khususnya jenis-jenis karang batu dan algae berkapur. Ekosistem terumbu karang mempunyai manfaat yang bermacam-macam, yakni sebagai tempat hidup bagi berbagai biota laut tropis lainnya sehingga terumbu karang memiliki keanekaragaman jenis biota sangat tinggi dan sangat produktif, dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber bahan makanan dan daerah tujuan wisata, selain itu juga dari segi ekologi terumbu karang berfungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak. Keberadaan terumbu karang sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan baik yang bersifat fisik maupun kimia. Pengaruh itu dapat mengubah komunitas karang dan menghambat perkembangan terumbu karang secara keseluruhan. Kerusakan terumbu karang pada dasarnya dapat disebabkan oleh faktor fisik, biologi dan kimia.
Ekosistem terumbu karang dikatakan buruk apabila mempunyai karang hidup sebesar 0 – 24,9 %, sedang apabila tutupan karang hidup 25 – 49,9 %, dikatakan bagus apabila tutupan karang hidup 50 – 74,9 % dan dikatakan sangat bagus apabila mempunyai tutupan karang hidup > 75 %.


 Rumput Laut dan Lamun (Seagrass)
. Tumbuhan laut yang terdiri dari kelompok lamun dan rumput laut hampir menyebar di seluruh kelompok pulau dan berasosiasi dengan ekosistem hutan bakau dan terumbu karang.

b. Sumber daya yang Tidak Dapat Pulih
Sumber daya yang tidak dapat pulih terdiri dari seluruh mineral dan geologi, yang termasuk kedalamnya antara lain minyak gas, granit, emas, timah, Bouksit, tanah liat, pasir, dan Kaolin.Sumber daya geologi lainnya adalah bahan baku industri dan bahan bangunan, antara lain kaolin, pasir kuarsa, pasir bangunan, kerikil dan batu pondasi.

c. Jasa-jasa Lingkungan
Jasa-jasa lingkungan yang dimaksud meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan parawisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim, kawasan lindung, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi fisiologis lainnya.

Pengertian dan Definisi Wilayah Pesisir
Perairan pesisir adalah daerah pertemuan darat dan laut, dengan batas darat dapat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut, seperti angin laut, pasang surut, dan intrusi air laut. Ke arah laut, perairan pesisir mencakup bagian batas terluar dari daerah paparan benua yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat, seperti sedimentasi dan aliran air tawar.
Definisi wilayah seperti diatas memberikan suatu pengertian bahwa ekosistem perairan pesisir merupakan ekosistem yang dinamis dan mempunyai kekayaan habitat beragam, di darat maupun di laut serta saling berinteraksi. Selain mempunyai potensi besar wilayah pesisir juga merupakan ekosistem yang mudah terkena dampak kegiatan manusia. Umumnya kegiatan pembangunan secara langsung maupun tidak langsung berdampak merugikan terhadap ekosistem perairan pesisir (Dahuri et al., 1996).
Menurut Dahuri et al. (1996), hingga saat ini masih belum ada definisi wilayah pesisir yang baku. Namun demikian, terdapat kesepakatan umum di dunia bahwa wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Apabila ditinjau dari garis pantai (coast line), maka wilayah pesisir mempunyai dua macam batas (boundaries) yaitu batas yang sejajar garis pantai (long shore) dan batas yang tegak lurus garis pantai (cross shore).
Untuk kepentingan pengelolaan, batas ke arah darat suatu wilayah pesisir ditetapkan dalam dua macam, yaitu wilayah perencanaan (planning zone) dan batas untuk wilayah pengaturan (regulation zone) atau pengelolaan keseharian (day-to-day management). Batas wilayah perencanaan sebaiknya meliputi seluruh daerah daratan dimana terdapat kegiatan manusia (pembangunan) yang dapat menimbulkan dampak secara nyata terhadap lingkungan dan sumberdaya di wilayah pesisir dan lautan, sehingga batas wilayah perencanaan lebih luas dari wilayah pengaturan. Dalam pemerintah atau pihak pengelola memiliki day-to-day management, kewenangan penuh untuk mengeluarkan atau menolak izin kegiatan pembangunan.
Sementara itu, bila kewenangan semacam ini berada di luar batas wilayah pengaturan maka akan menjadi tanggung jawab bersama antara (regulation zone), instansi pengelola wilayah pesisir dalam dengan instansi/lembaga regulation zone yang mengelola daerah hulu atau laut lepas.

Selasa, 10 April 2012

PROSES PENGUJIAN TIDAK MERUSAK DENGAN METODE PENETRANT TEST

Proses penguian tidak merusak dengan menggunakan metode penetrant test adalah salah satu langkah yang biasa di gunakan oleh lembaga penjamin dan pemastian mutu. metode penetran digunakan untuk mencari cacat - cacat yang terdapat pada permukaan las. Berikut adalah prosedur pengujian penetran yang di lakukakan.

1. pembersihan awal
proses ini dilakukan untuk membersihkan permukaan lasan dari kotoran yang masih menempel, cara pembersihannya dengan menggunakan sikat kawat atau brushing. berikut adalah gambar orang yang sedang membersihkan permukaan lasan


2. penyemprotan cairan penetran
jika permukaan lasan telah dibersihkan, selanjutnya dilakukan proses penyemprotan cairan penetran pada hasil lasan tersebut. berikut adalah gambar orang yang sedang menyemprotkan cairan penetran.


3. pembersihan cairan penetran
setelah cairan penetran didiamkan selama kurang lebih 5 menit, maka proses selanjutnya adalah membersihkan cairan penetran tersebut.


4. penyemprotan caiaran developer
penyemprotan cairan developer adalah langkah akhir yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat cacat pada lasan tersebut atau tidak

setelah cairan developer disemprotkan maka akan tampak cacat pada permukaan lasan, berikut adalah gambar cacat porosity yang ditemukan pada permukaan lasan

Kamis, 15 Desember 2011

contoh mind map dan diagram alir

berikut adalah beberapa contoh mind map dan diagram alir, mohon di maklumi kekurangannya yah,,









Jumat, 23 September 2011

MEMBUAT BIOGAS SKALA KECIL Dalam pembuatan biogas ini, kami sebagai mahasiswa KKN UNTAD bertujuan untuk menunjukan bagaimana cara pembuatan biogas kepada masyarakat. Namun yang kami tunjukkan hanyalah skala kecilnya saja, sedangakan skala besarnya kami tunjukkan melalui video. Saya sebagai penulis memohon maaf kepada pembaca jika ada salah kata ataupun kekurangan dalam tulisan ini. Alat dan bahan 1. Galon 2. Bola 3. Selang 4. Lakban 5. Gunting 6. Lem 7. Kotoran ternak 8. Ember 9. Air Langkah pertama Langkah awalnya adalah membuat selang menjadi bercabang tiga. Pada ujung yang pertama dihubungkan ke mulut gallon dan di lem. Ujung yang kedua dihubungkan ke bola dan di lem juga, sedangkan ujung yang terakhir sebagai tempat keluarnya gas cukup ditutup rapat saja supaya gas tidak keluar.
Langkah kedua Hal yang pertama kami lakukan adalah mencari kotoran hewan, karena kebetulan di lokasi KKN banyak ternak babi maka kami menggunakan kotoran ternak babi untuk dijadikan bahan utamanya. Banyaknya kotoran yang kami ambil 1 ember penuh.
Langkah ketiga Selanjutnya kotoran tadi dicampur air dengan perbandingan 1 : 1 dan kemudian di aduk menggunakan kayu hingga benar – benar tercampur merata.
Langkah ke empat Jika telah tercampur merata, langkah selanjutnya adalah memasukkan kotoran tersebut kedalam galon dan menutup rapat mulut gallon dengan tutupnya.
Selanjutnya biarkan hingga balon yang tadi terisis oleh gas. Jika sudah terisi silahkan mencoba, apakah mengeluarkan api atau tidak. Syukurlah yang kami buat berhasil dan dapat dipertunjukkan pada masyarakat.

Kamis, 07 Juli 2011

BILANGAN


Bilangan adalah angka atau rangkaian dari angka – angka yang menunjukan jumlah atau nilai tertentu. Ada banyak macam bilangan yang telah kamu pelajari hingga saat ini. Berikut dijelaskan secara singkat macam – macam bilangan.
1.      Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari nol. Banyalnya bilangan cacah tak terhingga
Contoh : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ……
2.      Bilangan Asli
Bilangan asli adalah bilangan yang dimulai dari satu. Banyanknya bilangan asli sama dengan bilangan cacah, yaitu tak terhingga.
Contoh : 1,2, 3, 4, 5, 6, ……
3.      Bilangan Bulat
Bilangan cacah dan bilangan asli merupakan anggota bilangan bulat. Bilangan bulat terdiri atas bilangan positif dan negatif. Bilangan bulat positif nilainya lebih besar dari nol dan bertanda (+). Letak bilangan bulat positif pada garis pada garis bilangan ialah di sebelah kanan nol. Bilangan bulat negatif nilainya lebih kecil dari nol. Letak bilangan bulat negatif pada garis bilangan ialah di sebelah kiri nol dan bertanda (-).
Contoh : -7, -50, -100, 0, 1, 89, 94
4.      Bilangan Netral
Bialngan netral ialah bilangan yang tidak bernilai positif ataupun negatif. Contoh dari bilangan netral ialah nol karena tidak bernilai positif maupun negatif.
5.      Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan terdiri atas pembilang dan penyebut. Bilangan pecahan terletak di antara bilangan –bilangan bulat. Bilangan pecahan biasa memiliki nilai lebih kecil daripada 1 tetapi lebih besar daripada 0. Bilangan pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat, pembilang, dan penyebut. Bilangan pecahan bisa bernilai positif ataupun negatif.

Contoh: 4/6, pembilang = 4, penyebut = 6

            7 4/9, bilangan bulat = 7, pembilang = 4, penyebut = 9
6.      Bilangan Rasional
Cakupan bilangan rasional lebih luas karena meliputi bilangan cacah, asli, bulat positif dan negatif, dan pecahan.
7.      Bilangan Persen
Bilangan persen adalah bilangan pecahan yang penyebutnya 100. Bilangan persen dilambangkan dengan %.
25/ 100 = 25%
47/100 = 47%


8.      Bilangan Desimal
Bilangan decimal juga merupakan bentuk lain dari bilangn pecahan biasa. Bilangan decimal menggunakan tanda koma di antara bilangan bulat dan pecahannya. Banyaknya angka dibelakang koma menunjukan pecahan itu persepuluh, perseratus, perseribu, dst.
Contoh : 3,1 = satu angka di belakang koma menunjukan penyebut pecahan persepuluh.
              0, 99 = dua angka di belakang koma menunjukan penyebut pecahan perseratus.
            4, 788 = tiga di belakang koma menunjukan penyebut pecahan perseribu.
9.      Bilangan Romawi
Bilangan romawi adalah bilangan yang dilambangkan dengan huruf-huruf. Setiap huruf mewakili nilai tertentu. Berikut adalah  lambing-lambang bilangan romawi
I = 1                            L = 50                         M = 1000
V = 5                           C = 100
X =10                          D = 500          

Dalam penulisan lambing bilangan romawi berlaku aturan penjumlahan dan pengurangan.
Contoh : 28 = 10 + 10 + 5 + 3
              28 = X + X + V + III
              28 = XXVIII